Mild to moderate allergies can ruin a beautiful day. But allergy symptoms are manageable when you plan ahead and prepare for pollen and other allergens.
Make these six tips part of your allergy action plan.
1. Discover Your Personal Allergy Triggers
Most people blame pollen for their allergies, but dust mites, pet dander, and mold also trigger many allergies. To avoid the allergens that trigger your allergic reactions, you need to know what they are. Get an allergy skin test. Skin tests are the one way to know what's triggering your allergies.
2. Check the Pollen Count
Pollen counts are highest on hot, dry, windy days. Check the forecast before making plans. Pollen is released by plants between 5 a.m. and 10 a.m., but travels best on mid-day breezes. Plan outdoor activities for early morning or at sunset. Remember, ragweed releases its pollen in the fall, so pollen counts may be high into September or even mid-October.
3. Allergy Proof Your Home
Keep windows and doors closed on days when pollen levels are high. Use an air conditioner to circulate and cool indoor air. And be sure to change the filter every couple of months. If you have carpets, consider replacing them with hardwood or linoleum floors.
4. Clean House to Reduce Allergy Symptoms
Pollen, pet dander, and dust settle throughout your house. Vacuum twice a week -- floors as well as furniture such as couches -- to remove these allergens. Use a microfiber cloth to dust bookshelves, blinds, and other surfaces that collect dust. Don't hang clothes out to dry -- they'll bring in pollen. Use the clothes dryer instead.
5. Rinse Allergens Out of Your Hair and Clothes
Pollen collects on your clothes and hair. After an outing on high-pollen days, wash your clothes and rinse your hair. If you like to jog or ride bikes, choose allergy-friendly workout clothes. Polyester fabrics attract and hold less pollen than clothes made of cotton or wool.
6. Proactively Treat Allergy Symptoms With Medicine
The sooner you take allergy medicine, the better it will work to reduce symptoms.
Antihistamines work by occupying histamine receptors sites in your body, thus preventing histamine from causing allergic symptoms. Histamine is the substance your body releases that leads to stuffy noses and itchy, watery eyes from allergies. Antihistamines are most effective when taken continuously during allergy season.
Decongestants decrease nasal congestion by causing blood vessels to constrict, reducing blood flow to nasal passages. They are best for short-term use. Using decongestant nasal sprays for more than three to five days can aggravate allergy symptoms.
Steroid nasal sprays decrease inflammation (swelling) and mucus production. This action helps reduce the reaction of the nasal tissues to inhaled allergens. Nasal steroids can also treat nasal polyps that often cause obstruction and lead to nasal congestion and sinus infections.
Allergy eye drops usually contain anti-inflammatory agents, decongestants, or antihistamines. Depending on the active drug in the eye drops, they work by decreasing inflammation or inhibiting histamine release. The result: a decrease in itchy, tearing, or swelling.
Tampilkan postingan dengan label hidup sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidup sehat. Tampilkan semua postingan
Kamis, Juni 10, 2010
Kamis, Juni 03, 2010
Cara Mudah Hilangkan Selulit
Selulit yang timbul di area paha dan bokong paling tidak disukai wanita.
|
Selulit bisa terjadi pada siapa saja. Bukan hanya wanita yang bertubuh gemuk, tetapi juga yang memiliki tubuh kurus. Menghilangkannya memang tidak mudah. Tetapi ada cara cepat untuk menghilangkannya, yaitu dengan laser.
Teknologi laser ini memang cukup populer dalam dunia kecantikan. Prosesnya yang cepat dengan hasil maksimal membuat laser semakin banyak diminati. Salah satu klinik yang menyediakan teknologi ini adalah 'Ultimo Aesthetic & Dental Care'.
Perawatan yang disebut Accent ini tidak hanya bisa menghilangkan selulit tetapi juga membantu meratakan dan membentuk kulit pada wajah dan leher menjadi kencang. "Selulit yang banyak timbul di paha dan bokong, adalah hal yang paling tidak disukai wanita," kata dr. Eafael Nunes, Director Slim Clinique Laser Centre Brazil, saat ditemui di Ultimo klinik, 9 April 2010.
Accent ini menggunakan teknologi yang disebut radio frequency untuk memanaskan lapisan kulit. Energi yang terfokus ini, membantu mengatur kembali lingkungan selular dan merangsang sel untuk melepas racun, mengeringkan cairan yang tersimpan dan memproduksi kolagen baru.
Bagian kulit yang terdapat selulit akan dilaser selama 15-45 menit, tergantung dari kondisinya. Laser akan meningkatkan sirkulasi darah dan mengencangkan jaringan ikat. Efeknya adalah memperbaiki kontur dan tekstur kulit. Kolagen yang baru juga akan membuat selulit berangsur menghilang dan membuat kulit menjadi lebih halus dan elastis.
Perawatan ini cukup aman, tetapi sebelum melakukannya, berkonsultasilah dulu dengan dokter. Untuk mendapatkan hasil maksimal dibutuhkan 3 hingga 5 kali perawatan dengan jarak dua minggu. Harga untuk satu kali perawatan antara Rp 2-7 juta, tergantung bagian tubuh ang diberikan perawatan laser.
• VIVAnews
Selasa, April 20, 2010
INFO: Cegah Stroke dengan Jalan Kaki
Berjalan kaki minimal dua jam sepekan akan mereduksi risiko terkena stroke.
Anda ingin terhindar dari serangan stroke? Banyak-banyaklah berjalan. Menurut penelitian yang dilakukan tim Harvard School of Public Health, Amerika Serikat, wanita dapat mengurangi risiko serangan stroke dengan berjalan.
Wanita yang suka berjalan cepat memiliki risiko terkena stroke 37 persen lebih rendah daripada mereka yang jarang berjalan. Wanita yang berjalan setidaknya dua jam seminggu mereduksi risiko terkena stroke sebesar 30 persen.
Kesimpulan itu dipubikasikan secara online di Jurnal American Heart Association Stroke. "Akan lebih baik selama berjalan cepat, wanita juga saling berbicara dan mengajak teman mereka," kata Jacob Sattelmair, kepala penelitian, seperti dikutip dari laman Associated Press.
Penelitian yang dikhususkan pada wanita ini, melibatkan 39.000 pekerja berusia 45 tahun ke atas. Secara periodik selama 12 tahun, mereka dimintai keterangan mengenai aktivitas fisiknya. Dalam kurun 12 tahun, sebanyak 579 responden mengalami stroke.
Selain berjalan, studi ini juga melihat aktivitas olahraga seperti lari, berenang dan bersepeda. Tapi para peneliti tidak menjelaskan detail bagaimana aktivitas fisik ringan seperti berjalan bisa mereduksi risiko terkena stroke.
Mereka mengatakan, mungkin aktivitas ringan semacam itu lebih baik dalam menurunkan tekanan darah, dan mengurangi risiko stroke. "Hal yang menggembirakan adalah bahwa aktivitas ringan sangat efektif dalam mengurangi risiko stroke," kata Dr. Anand Rohatgi, ahli jantung dari University of Texas Southwestern Medical Center.
Sumber : Pipiet Tri Noorastuti, Mutia Nugraheni • VIVAnews
Semoga bermanfaat
SBT 2010
Labels:
cegah stroke,
faktor resiko stroke,
hidup sehat,
hipertensi,
Info,
jalan kaki,
jogging,
Kesehatan,
Kolesterol,
olah raga,
risiko stroke,
senam,
stroke,
syaraf,
tekanan darah,
wanita
Jumat, April 16, 2010
INFO: Perut Buncit Terjadi Akibat 7 Kebiasaan Ini!
Perut Buncit Terjadi Akibat 7 Kebiasaan Ini!
Ternyata, perilaku ngemil yang biasa Anda lakukan bisa menambah lemak di bagian perut.
|
VIVAnews - Tapi jangan khawatir, banyak solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Untuk itu, Anda perlu terlebih dahulu, kebiasaan apa saja yang bisa memicu timbulnya lemak di perut.
Berikut adalah 7 kebiasaan yang bisa memicu timbunan lemak di bagian perut:
1. Makan Siang Berlebihan
Taktik ini selalu menjadi bumerang. Saat Anda melewatkan makan pagi, Anda akan membalas dendam di saat makan siang. Nafsu makan Anda akan bertambah dua kali lipat, saat Anda tidak sarapan. Faktor balas dendam ini yang biasanya membuat Anda menjadi kalap dan makan siang berlebihan. Hal ini pula yang menjadikan banyaknya lemak yang berkumpul di perut Anda. Coba kendalikan nafsu makan Anda dengan mengonsumsi makanan porsi kecil atau ukuran sedang, lalu makanlah setiap tiga sampai empat jam sekali. Dijamin cara ini tidak membuat perut Anda melar dan menimbulkan timbunan lemak.
2. Menjadi Vegetarian
Wanita akan sering menghindar dari makanan seperti daging, ikan dan berbagai jenis susu karena jenis makanan tersebut mengandung banyak kalori dan lemak. Tapi faktanya, jenis-jenis makanan ini adalah sumber protein yang bisa membantu meningkatkan metabolisme Anda untuk menangkis datangnya problema perut buncit. Memilih makanan rendah kalori, rendah lemak seperti keju atau ikan tuna bisa membantu Anda mendapatkan protein yang cukup. Misalnya, 6 ons ikan tuna yang kita makan setiap hari, dijamin bisa memenuhi tiga perempat kebutuhan protein harian Anda.
3. Mengonsumsi Roti berlebihan
Tingginya kandungan insulin dalam roti bisa memicu terjadinya kegemukan yang meningkat secara bertahap, dan memungkinkan lemak pada perut bertambah. Lebih baik konsumsi beras, oatmeal, atau whole wheat tortilla (tepung terigu) sekali sehari, dijamin tidak membuat lemak perut bertambah.
4. Menganggap Sit-up Bisa Membuat Perut Rata
Sit-up untuk mengencangkan otot perut memang benar, tapi melakukan sit-up tidak akan berefek mengurangi lapisan lemak yang ada di perut. Melakukan 50, 100 sampai 500 kali sit-up bahkan tidak akan membuat celana jins Anda longgar dalam sekejap. Apa yang seharusnya Anda lakukan? Jawabannya adalah latihan kardio. Karena dengan melakukan latihan kardio sebagai pemanasan seperti bersepeda, berjalan kaki ataupun menari terlebih dulu sebelum berolahraga, bisa membakar kalori lebih banyak daripada tidak melakukannya sama sekali. Daripada membuang semua waktu Anda untuk sit-up, lebih baik bersepeda atau berjalan kaki mengelilingi kompleks rumah Anda.
5. Minuman Beralkohol
Minuman alkohol memiliki banyak kalori. Sehingga ketika Anda merayakan pesta minum-minum, ahli gizi akan mengatakan, pada dasarnya kegiatan ini bisa mengundang timbunan lemak di bagian perut Anda. Jika Anda menginginkan minuman beralkohol lebih baik memilih anggur merah, sebab berdasarkan penelitian, mengonsumsi anggur merah bisa mengikis lemak di bagian perut.
6. Konsumsi Makanan Rendah lemak dan Rendah Kalori
Anda mungkin berpikir bahwa memilih yoghurt bebas gula, diet soda atau makanan ringan berlabel rendah lemak dan rendah kalori bisa membantu Anda menyusutkan lemak.Tapi menurut beberapa versi ahli gizi mengatakan, bahwa mengonsumsi makanan dengan kandungan gula yang pas dipercaya bisa memicu metabolisme Anda untuk meningkatkan penyimpanan lemak.
7. Meninggalkan Makanan Tinggi Lemak Tak Jenuh
Hal ini justru kebalikannya, makanan tinggi lemak tak jenuh bisa membantu membakar lemak perut dan menuntun Anda untuk mengonsumsi lebih sedikit. Ahli gizi merekomendasikan mengiris satu-seperempat alpukat dalam sandwich atau sedikit minyak zaitun dan cuka salad, bisa menjadi makanan tinggi lemak tak jenuh yang baik buat tubuh.
Sumber: Irina Damayanti, Lutfi Dwi Puji Astuti • VIVAnews
Semoga Bermanfaat
SBT2010
Kamis, Januari 28, 2010
Kolesterol
Seperti biasa ada informasi yang saya sunting dari Milis mengenai Kesehatan khusunya Kolesterol silahkan dibaca dan semoga bermanfaat.
Suatu zat lemak yang beredar dalam darah, diproduksi oleh hati dan sangat diperlukan oleh tubuh.
Kolesterol berlebih menimbulkan masalah terutama pada pembuluh darah jantung dan otak.
Darimanakah Asalnya:
Kolesterol :
Suatu zat lemak yang beredar dalam darah, diproduksi oleh hati dan sangat diperlukan oleh tubuh.
Kolesterol berlebih menimbulkan masalah terutama pada pembuluh darah jantung dan otak.
Darimanakah Asalnya:
Setiap orang memiliki kolesterol dalam darahnya, dimana 80% diproduksi oleh tubuh sendiri dan 20% berasal dari makanan. Kolesterol yang diproduksi terdiri atas 2 jenis yaitu Kolesterol LDL dan Kolesterol HDL
- Kolesterol LDL (Kolesterol jahat): Bila jumlahnya berlebih didalam darah akan diendapkan pada dinding pembuluh darah membentuk bekuan yang dapat menyumbat pembuluh darah
- Kolesterol HDL (Kolesterol baik): Berfungsi membersihkan pembuluh darah dari kolesterol LDL yang berlebihan. Kadar kolesterol HDL yang tinggi merupakan suatu tanda yang baik sepanjang kolesterol LDL kurang dari 150 mg/dl.
Mengapa Kolesterol Darah yang tinggi merupakan masalah?
Kolesterol darah yang tinggi merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan :
- Penyumbatan pada pembuluh darah jantung yang dapat menimbulkan Serangan Jantung
- Penyumbatan pada pembuluh darah otak yang menimbulkan Serangan Stroke
Berapakah kadar Kolesterol Darah yang normal:
- Kolesterol Total <200 mg/dl
- Kolesterol HDL 35-65 mg/dl
- Kolesterol LDL <150 mg/dl
- Trigliserida <200 mg/dl
- Ratio kolesterol total : Kolesterol HDL <5
Apa yang menyebabkan Kolesterol didalam darah meningkat?
Faktor Genetik
80% dari kolesterol di dalam darah diproduksi oleh tubun sendiri. Ada sebagian orang yang memproduksi kolesterol lebih banyak dibandingkan yang lain. Ini disebabkan karena faktor keturunan. Pad orang ini, meskipun hanya sedikit saja mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol atau lemak jenuh, tubuh tetap saja memproduksi kolesterol lebih banyak
80% dari kolesterol di dalam darah diproduksi oleh tubun sendiri. Ada sebagian orang yang memproduksi kolesterol lebih banyak dibandingkan yang lain. Ini disebabkan karena faktor keturunan. Pad orang ini, meskipun hanya sedikit saja mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol atau lemak jenuh, tubuh tetap saja memproduksi kolesterol lebih banyak
Faktor Makanan
Lemak merupakan bahan makanan yang sangat penting, bila kita makan lemak yang cukup maka tenaga kita akan berkurang, tetapi bila kita makan lemak yang berlebihan dapat mengakibatjan kerusakan pembuluh darah.
Lemak merupakan bahan makanan yang sangat penting, bila kita makan lemak yang cukup maka tenaga kita akan berkurang, tetapi bila kita makan lemak yang berlebihan dapat mengakibatjan kerusakan pembuluh darah.
Lemak dalam makanan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
- Lemak jenuh (daging, minyak kelapa)
- Lemak tak jenuh (asam lemak omega 3, asam lemak omega 6 dan asam lemak omega 9)
Bagaimana menjaga agar kadar kolesterol tetap normal?
Mengkonsumsi lebih banyak serat dalam menu makanan sehari-hari
Merubah cara memasak
- Serat banyak ditemukan pada buah-buahan (misalnya apel, pir yang dimakan dengan kulitnya) dan sayur-sayuran. Serat berfungsi untuk mengikat lemak yang berasal dari makanan dalam proses pencernaan
Merubah cara memasak
- Sebaiknya memasak makanan bukan dengan menggoreng tetapi dengan merebus, mengukus atau membakar tanpa minyak atau mentega
Mengkonsumsi makanan seimbang sesuai kebutuhan, makanan seimbang adalah makanan yang terdiri dari:
Menurunkan asupan lemak jenuh
Menurunkan asupan kolesterol
Melakukan Aktifitas fisik dengan teratur
- 60% kalori berasal dari karbohidrat
- 15% kalori berasal dari protein
- 25% kalori berasal dari lemak
Menurunkan asupan lemak jenuh
- Lemak jenuh terutama berasal dari minyak kelapa, santan dan semua minyak lain seperti minyak jagung, minyak kedele dll yang mendapat pemanasan tinggi atau dipanaskan berulang-ulang
Menurunkan asupan kolesterol
- Kolesterol terutama banyak ditemukan pada lemak dari hewan, jeroan, kuning telur serta “seafood” (kecuali ikan).
Melakukan Aktifitas fisik dengan teratur
- Dianjurkan melakukan olah raga yang bersifat aerobik (jalan cepat, lari-lari kecil, sepeda, renang dll.)
-------------------------
Mungkin baru sebagian kecil pengetahuan yang bisa saya sampaikan, semoga dapat membantu dan bermanfaat.
Sumber : Milist
SBT2010
Langganan:
Postingan (Atom)