Tampilkan postingan dengan label info facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info facebook. Tampilkan semua postingan

Selasa, Juni 15, 2010

Facebook, Madu atau Racun


Facebook telah menyihir 400 juta orang. Banyak orang kini merasa terperangkap.

Empat orang penting mengirim surat itu. Charles Schumer, Michael Bennet, Mark Begich dan Al Franken. Mereka adalah senator berpengaruh di Amerika Serikat. Surat itu dikirim tanggal 27 April 2010.

Si penerima surat adalah Mark Zuckerberg, anak muda pendiri Facebook, yang kini memiliki hampir 500 juta pengikut di seluruh jagat. Empat senator itu mengecam keras situs jejaring sosial itu. Facebook dituding secara sengaja mengumbar profil pengguna ke segala penjuru.

Mark sesungguhnya sudah lazim menerima protes. Jurusnya selalu sama. Abaikan. Tapi kali ini lain. Bersikap remeh, bisa berujung kiamat. Jurus para senator itu bisa membunuh. Mereka memaksa komisi perdagangan Amerika menindak Facebook.

Sehari sebelum mengirim surat itu, Charles Schumer menuntut Komisi Perdagangan Federal (FTC) menerbitkan aturan baku bagi semua situs jejaring sosial.

Dia juga mendesak komisi itu segera menyelidiki sejumlah situs jejaring sosial yang doyan mengumbar data para pengguna. Penelitian itu penting, kata Schumer, “Memastikan para penguna bisa menjaga rahasia.”

Walau ditujukan kepada semua situs jejaring sosial, sasaran bidikan Schumer sesungguhnya adalah Facebook. Hal itu diperjelas dalam surat yang kemudian dikirim ke Zuckerberg itu.

Facebook dianggap bukan saja mengumbar rahasia pengguna, tapi juga rajin menjual data-data pengguna kepada pihak ketiga untuk kepentingan bisnis.

Jual data pengguna itu dilansir sepekan sebelum para senator itu mengirim surat. Dalam ajang F8 Facebook Developer Conference yang digelar di San Francisco Amerika Serikat, petinggi Facebook mengumumkan sistem Open Graph API kepada para pengembang bisnis.

Dalam sistem ini, Facebook membuka fitur baru bernama Istant Personalization. Fitur baru ini adalah pintu masuk untuk mitra bisnis Facebook -- seperti Microsoft Docs.com, Pandora, danYelp –untuk mengakses data pengguna di seluruh dunia.

Data itu sangat diperlukan untuk pengembangan bisnis. Penguna data itu akan meraup untuk besar. Tidak percaya? Dengarlah cerita juru bicara Facebook ini.

Cerita itu dipublikasikan Wall Street Journal pekan lalu. Sang juru bicara mengaku bahwa Facebook pernah melepaskan data pengguna ke perusahan iklan. Lewat data itu, si perusahaan iklan bisa melihat siapa pengguna yang mengklik iklan mereka. Dengan mengetahui para pengklik itu, si perusahaan bisa merancang iklan berikutnya secara efektif.

Membuka data kepada pihak ketiga itulah yang dikritik keras empat senator dalam surat mereka. Mereka menulis, “Dear Mr. Zuckerberg, Kami mengirim surat ini untuk menyampaikan keprihatinan kami terkait perubahan terbaru kebijakan privasi Facebook dan penggunaan data pribadi untuk pihak ketiga.”

*****
Main umbar data pengguna ini, sesungguhnya bermula dari tanggal 9 Desember 2009. Saat itu Facebook mulai menerapkan sistem Opt Out. Ini sistem yang membuka semua data pribadi pengguna. Kecuali jika si pengguna mau merahasiakan.

Padahal sebelumnya Facebook begitu rapat menutup data pribadi itu. Kecuali kalau si pengguna mau menampilkannya. Artinya, secara teknis data-data seperti foto profil, jenis kelamin, asal kota, dan lain-lain tidak bisa dilihat orang, jika si pengguna tidak mempublikasikan.

Dengan sistem Opt Out tadi, semua data itu dengan gampang bisa ditengok publik dari seluruh jagat. Bahkan dengan gampang pula bisa ditelusuri lewat Google dan situs pencari lain.

Sistem baru itu diberlakukan semenjak pengguna Facebook membludak ke bilangan 350 juta orang. Jumlah itu memang sangat seksi untuk bisnis.

Mengetahui profil, kecenderungan dan hobi manusia sebanyak itu sangat diperlukan sejumlah perusahaan iklan. Tapi jika pengguna merahasiakan profil mereka, sulit mengetahui kencenderungan dan hobi itu.

Itu sebabnya semenjak akhir tahun lalu, Facebook gencar memaksa penggunanya membuka data pribadi mereka. Rupa-rupa cara ditempuh. Pengguna diwajibkan mengisi data profil, lalu mempublikasikannya.

Facebook memang tetap menyediakan pilihan bagi pengguna untuk menutup profil mereka. Kecuali hanya untuk dibaca kekasih, teman dan handai taulan. Tapi untuk menutup profil itu dari mata publik, prosesnya rumit dan sangat menjengkelkan.

Si pengguna harus melewati 50 tahap pengaturan, dengan 170 opsi. Privasi untuk album foto, misalnya, harus dilakukan satu demi satu.
Bayangkan, jika Anda memiliki 1000 foto yang dipasang di album Anda di Facebook, dan Anda ingin merahasiakan foto-foto itu, maka Anda harus menyetelnya satu demi satu.

Selainj rumit, cara untuk merahasiakan profil itu sangat panjang. Menurut catatan New York Times, pernyataan privasi Facebook yang dikeluarkan tahun 2010, sangat panjang. Jumlahnya 5.830 kata. Meningkat tajam dari tahun 2005, yang hanya 1.004 kata.

Pernyataan privasi Facebook itu terpanjang dari semua situs jejaring sosial yang ada. Bandingkan dengan Flickr yang hanya 384 kata, Twitter 1.203 kata, Friendster 1.977 kata, MySpace 2.290 kata.

Bahkan bila dibandingkan dengan konstitusi Amerika Serikat –yang jumlahnya cuma 4.543 kata—pernyataan privasi itu masih lebih panjang.

Lantaran begitu panjang dan rumitnya prosedur itu, banyak pengguna yang tidak pernah mengubah pengaturan privasinya. Artinya, profil mereka di Facebook tetap terbuka dan tidak menutupnya dari publik.
Director of Corporate Communications and Public Policy Facebook, Barry Schnitt, memastikan bahwa sekitar 85 persen pengguna tak pernah mengubah pengaturan privasi itu.

Mark Zuckerberg sendiri membantah bahwa pengunaan data itu untuk kepentingan bisnis. Ini adalah evolusi baru dalam hubungan antara manusia. Lima, enam tahun belakangan, “Orang-orang tak hanya nyaman untuk berbagi lebih banyak informasi yang lebih bervariasi, namun juga lebih terbuka dengan lebih banyak orang.” kata Zuckerberg dalam wawancara dengan TechCrunch.

Apa yang dikemukakan oleh Zuckerberg agaknya sulit dipercaya, terutama setelah Schnitt bersaksi kepada ReadWriteWeb. Saat para pengguna bertemu teman-teman mereka di Facebook, dan saling lebih mengenal , kata Schnitt, mereka akan menemukan nilai lebih dari situs ini. Mereka akan selalu setia untuk kembali. Dia menambahkan, “Anda bisa bayangkan konsekuensi bisnis dari hal itu."

Organisasi pembela hak konsumen di Amerika Serikat menilai, “ Facebook terus memanipulasi pengaturan privasi untuk tujuan komersial," kata Marc Rotenberg, Executive Director Electronic Privacy Information Center.

Bukan cuma dalam urusan privasi, Facebook juga dihujat sistem jejaring sosial ini mudah bocor. Tanggal 25 Februari lalu, misalnya, pesan pribadi seorang pengguna nyasar ke alamat lain. Tanggal 5 Mei, pengguna bisa melihat isi percakapan chating para pengguna lain. Kebocoran itu memaksa Facebook sempat menutup layanan chating.

Yang terbaru adalah pada 11 Mei. Fitur 'Instant Personalization' terganggu. Fitur itu bisa dimanfaatkan peretas mengungkap nama pengguna, alamat email mereka, dan data-data Facebook. Kebobolan itu memaksa mitra Facebook, Yelp, menutup sementara fitur Instant Personalization ini.

*****
Privasi yang diumbar, data yang gampang dibobol hacker,memang membuat banyak orang berang. Selain para senator itu, sepuluh organisasi yang peduli dengan privasi di Amerika Serikat mengirim pengaduan ke FTC.

Sejumlah tokoh terkenal, jurnalis, dan sejumlah blogger berbondong-bondong cabut dari Facebook. Jika Anda ingin mengetahui pada pemrotes ini, ketik saja ‘Respect My Privacy’ pada mesin pencari Facebook. Lusinan grup pemrotes akan terlihat.

Di luar Facebook, banyak juga kelompok yang menyerukan boikot, (http://facebookprotest.com), mengajak orang minggat dari jejaring sosial itu (http://quitfacebookday.com).

Banyak pengguna berbondong-bondong pensiun dari Facebook. Pencarian “How do I delete my facebook account,” menjadi salah satu frase terpopuler di Google.

Riset mutakhir perusahaan keamanan komputer Sophos, menunjukkan bahwa sekitar 60 persen pengguna Facebook mempertimbangkan untuk berhenti.

Facebook memang sudah menolong banyak orang. Mempertemukan kawan lama. Menemukan jodoh. Ajang untuk promosi bisnis. Dan cara baru menggalang kepedulian sosial. Tapi banyak pula penjahat yang dengan gampang memburu korban lewat situs ini.

Dengarlah kisah Stefani Abelina Tiur Napitupulu, siswi SMAN 22 Surabaya, Marietta Nova Triana siswi SMPN 5 Sidoarjo dan Tri Nurhayati perempuan 20 tahun asal Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul. Mereka diculik oleh orang yang dikenalnya lewat Facebook.

Perkenalan lewat Facebook merenggut nyawa Nona Belomesoff, dara Australia 18 tahun. Diiming-imingi dengan penawaran pekerjaan, Nona dibunuh oleh pria yang sengaja membuat akun Facebook palsu.

Kasus ini orang ramai terhenyak. Bahwa data-data dan foto pribadi yang terpublikasi di Facebook bisa dimanfaatkan oleh siapa saja. Termasuk seorang penjahat.

Di protes dari sana-sini, petinggi Facebook menggelar rapat pekan ini. Pengaturan privasi yang berbelit akhirnya disederhanakan. Dari 50 pengaturan menjadi 15. Sejumlah tombol juga disederhakan. Pengguna kini mudah merahasiakan profilnya.

Facebook memang berkembang pesat. Ditengah hujatan dari segala penjuru itu, peringkat Facebook terus melangit. Menurut data trafik web yang dirilis Google, Jumat 28 Mei 2010, situs jejaring sosial ini dikunjungi 540 juta orang. Jumlah itu merupakan 35 persen populasi pengguna internet di seluruh dunia.

Data global Google Ad Planner yang disediakan oleh Double Click menunjukkan bahwa sekitar 570 miliar laman di Facebook.com disambangi orang.

Kekuatan yang besar itu, tulis empat senator Amerika Serikat kepada Mark Zuckerberg, “Harus disertai tanggjungjawab yang besar kepada penggunanya."

From : SOROT 85 artikel @ VIVAnews

Ini Dia Kontrol Privasi Baru Facebook



Rekomendasi Facebook, informasi kontak pribadi cukup boleh dilihat hanya oleh teman saja.

Setting privasi Facebook telah menjadi perdebatan sengit pada beberapa pekan terakhir. Dengan pengumuman yang dilakukan Mark Zuckerberg, Chief Executive Officer Facebook itu berharap gelombang kritik dan protes akan reda.

“Kali ini kami melakukan banyak perubahan dalam satu waktu,” kata Zuckerberg, seperti dikutip dari Mashable, 27 Mei 2010. “Kami ingin menyederhanakan kontrol, dan masukan dari pengguna sangat berharga bagi kami,” ucapnya.

Kini Facebook menerapkan kontrol yang mudah bagi pengguna untuk seluruh data dan informasi mereka. Dengan beberapa klik, pengguna bisa mengubah seluruh setting dan perubahan juga berlaku surut. Perubahan juga berlaku pada produk atau layanan yang akan dirilis kemudian hari.

Saat Anda membuka halaman setting privasi, setting privasi yang saat ini sedang Anda gunakan akan muncul. Setting privasi tersebut tidak akan secara otomatis diubah ke setting yang disarankan.

Pengguna cukup mengklik satu tombol (Everyone, Friends of Friends, atau Friends Only) di kolom sebelah kiri untuk memblokir atau membuka seluruh informasi bagi kelompok pengguna tersebut. Pengguna juga bisa memilih informasi apa yang akan dibuka untuk kelompok pengguna tertentu.

Kalau Anda memilih setting yang direkomendasikan, status, foto, posting, bio, quote favorit, keluarga, dan status hubungan Anda bisa dilihat oleh semua orang. Adapun informasi kontak pribadi diset untuk dapat bisa dilihat hanya oleh teman saja.

Dengan kontrol yang lebih sederhana ini, Facebook yakin pengguna tidak akan kesulitan. Meski demikian, tentunya tidak semua pengguna akan dipuaskan oleh opsi privasi baru Facebook tersebut. (mt)

• VIVAnews

Rabu, Juni 09, 2010

Akhir Mei, 32 Ribu User Tinggalkan Facebook

Menurut data Google, situs Facebook.com dikunjungi oleh 540 juta orang setiap bulannya.



Sebuah grup pemrotes kebijakan privasi Facebook mengatakan, lebih dari 30 ribu orang telah mengikuti seruan untuk menutup akun mereka di situs jejaring sosial terkemuka itu pada Senin 31 Mei 2010.

Grup dengan nama akun ‘Quit Facebook Day’ tersebut menyebutkan bahwa hingga pukul 23.00 GMT, 32.749 akun Facebook telah ditinggalkan pemiliknya di seluruh dunia.

"Bagi kami, tersisa dua hal yakni pilihan-pilihan adil dan maksud baik. Dalam pandangan kami, Facebook tidak melakukan sesuatu yang baik,” kata pengelola grup yang tidak mengungkapkan identitas mereka.

“Facebook memberi kita pilihan bagaimana mengelola data, tetapi tidak menyediakan pilihan-pilihan yang adil,” lanjutnya, seperti dikutip dari laman Channel News Asia, 1 Juni 2010.

Menurut data Google, Facebook.com dikunjungi oleh 540 juta orang tiap bulan. Jumlah itu mencapai sekitar 35 persen dari populasi internet.

Saat ini, Facebook telah mengubah setting kontrol privasi mereka. Perubahan dilakukan setelah menghadapi rentetan kritik yang menyebutkan bahwa mereka mengkhianati kepercayaan yang telah membuat situs itu menjadi jaringan sosial terbesar di dunia.

Kini laman setting privasi menyediakan kontrol tunggal dan secara signifikan mengurangi jumlah muatan informasi yang biasanya bisa dilihat oleh pengguna lain. (hs)

• VIVAnews

Kamis, Mei 27, 2010

Komentar Facebook terhadap Blokir di Pakistan


Facebook kecewa terhadap pemblokiran Pakstan tanpa peringatan terlebih dahulu.


















(Facebookprotest.com)


Blokir Pakistan terhadap Facebook memancing komentar kekecewaaan dari jejaring sosial terpopuler itu. Facebook menyesalkan keputusan pengadilan Pakistan yang memerintahkan penutupan jejaring sosial itu.

"Kami sangat kecewa dengan keputusan Pakistan memblokir Facebook tanpa peringatan sebelumnya. Kami yakin para pengguna Facebook di Pakistan juga merasakan hal yang sama," kata Facebook, seperti dikutip dari salah satu situs berita tentang Pakistan, Dawn.com.

Facebook sendiri berjanji akan menganalisa kondisi di Pakistan serta pertimbangan hukum yang menyertainya, untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan. "Termasuk misalnya menjadikan konten yang dilarang, untuk tidak bisa diakses di Pakistan," kata Facebook melalui keterangan tertulisnya.

Pemblokiran pemerintah Pakistan atas Facebook, diputuskan oleh pengadilan Pakistan karena adanya sebuah inisiatif kompetisi menggambar Nabi Muhammad SAW bertajuk "Draw Mohammed Day" oleh salah seorang pengguna Facebook.

Orang ini mengundang para pengguna Facebook lain untuk mengirimkan gambar karikatur Nabi hasil karya mereka, yang dalam ajaran Islam merupakan perbuatan yang tak diperbolehkan. Tentu saja hal ini memicu protes keras umat Islam di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dalam hal ini, Facebook berketetapan menjadi medium diskusi yang terbuka bagi penggunanya dari seluruh dunia dengan berbagai latar belakang, sehingga kemungkinan besar tidak akan menghapus konten-konten kartun nabi yang disayembarakan.

"Kami percaya bahwa pengguna Facebook memiliki kebebasan untuk mengekspresikan opini mereka, sehingga kami sepertinya tak akan menutup sebuah konten, grup, atau halaman spesifik yang menentang suatu negara, agama, ideologi politik, atau ide."

"Sementara komentar-komentar atau konten berupa kritik terhadap budaya tertentu, negara, agama, gaya hidup, atau ideologi politik, bisa membuat orang lain marah, namun itu bukan merupakan alasan bagi kita untuk menghilangkan diskusi itu dari Facebook."

Facebook memisalkan, konten-konten Nazi yang bagi negara-negara tertentu dianggap ilegal, bukan berarti akan dihapuskan sepenuhnya dari Faecbook. "Kebanyakan perusahaan akan melakukan pendekatan dengan mencegah konten-konten tersebut bisa terlihat oleh pengguna di negara yang melarangnya," kata Facebook. (hs)

• VIVAnews

Muslim Pakistan Demo Kecam Facebook


Otoritas telekomunikasi Pakistan telah memblokir akses Facebook dan Youtube.


















Simbol pelarangan Facebook (digiactive.org)


Ribuan warga Pakistan turun ke jalan hari ini, Jumat, 21 Mei 2010. Mereka melampiaskan amarah terhadap Facebook dan negara-negara Barat terkait lomba karikatur Nabi Muhammad di internet.
Ribuan pelajar dan aktivis muslim sudah melakukan aksi protes di sejumlah kota di Pakistan. Namun, partai-partai agama menyerukan agar aksi protes dengan massa lebih besar digelar usia salat Jumat hari ini waktu Pakistan.

Demonstrasi diperkirakan terjadi di kota Lahore, Karachi, Peshawar, dan Rawalpindi. Mereka yang akan ambil bagian adalah Jamaat-ud Dawa, kelompok militan yang dituduh terlibat dalam serangan Mumbai 2008.

Otoritas Telekomunikasi Pakistan (PTA) telah memblokir akses ke situs jejaring sosial Facebook, YouTube, dan lebih dari 450 situs yang mengandung materi penghinaan.

Seorang pengguna Facebook membentuk grup kompetisi 'Everyone Draw Mohammed Day' untuk mempromosikan kebebasan berekspresi. Grup yang diinspirasi oleh seorang perempuan kartunis Amerika tersebut menimbulkan kecaman dari negara muslim konservatif dengan 170 juta jiwa penduduk itu. (AP) - jn

• VIVAnews

Bos Facebook Akui Adanya Kesalahan


Ini merupakan tanggapan pertama dari Mark Zuckerberg atas masalah privasi pada Facebook


















Mark Zuckerberg (thesocialbazaar.com)


Pendiri sekaligus Kepala Eksekutif Korporat (CEO) Facebook, Mark Zuckerberg, akhirnya memberi komentar soal kontroversi lemahnya perlindungan privasi atas pengguna laman jejaring sosial itu. Dia bahkan mengakui kesalahan yang dilakukan Facebook atas soal itu dan berjanji akan memperbaikinya.
Pernyataan Zuckerberg dimuat dalam surat yang dia tulis kepada seorang blogger di Amerika Serikat (AS), Robert Scoble, Minggu 23 Mei 2010. "Saya tahu bahwa kami telah membuat beberapa kesalahan. Namun, saya berharap ini bisa diatasi dan pelayanan bisa bertambah baik," tulis Zuckerberg dalam surat yang dikutip oleh laman CNNMoney, Senin 24 Mei 2010.

Zuckerberg selanjutnya meminta pengertian para pengguna Facebook bahwa "kami punya niat yang baik dan kami merespon masukan dari publik yang kami layani." Selain menulis surat, wiraswasta muda yang putus kuliah di Universitas Harvard itu juga menulis opini dengan topik yang sama.

Artikel Zuckerberg itu dimuat di harian Washington Post, Senin 24 Mei 2010. Dia mengakui bahwa perlu ada mekanisme yang lebih mudah dalam mengendalikan informasi sehingga privasi pengguna tetap terjaga dan tidak gampang disusupi orang asing.

"Dalam beberapa pekan mendatang, kami akan menambah fitur kendali privasi yang lebih mudah digunakan. Kami juga akan memberi Anda cara yang mudah untuk mematikan semua layanan dari pihak ketiga," tulis Zuckerberg.

Surat dan artikel itu merupakan tanggapan pertama yang diberikan Zuckerberg atas kekecewaan banyak pengguna Facebook, yang mengklaim telah memiliki hampir 500 juta pengguna. Mereka kecewa karena Facebook tampak kurang mempedulikan privasi pengguna. Akibatnya, akun pribadi pengguna gampang disusupi orang yang tidak dia kenal dan pengguna sering diganggu oleh informasi yang tidak dia inginkan dari pihak ketiga.

Masalah privasi itu membuat para blogger terang-terangan menyatakan telah menutup akun di Facebook. Selain itu, kalangan pejabat publik di Eropa dan Amerika Serikat juga mengritik kekurangpedulian pengelola Facebook atas masalah itu.

Awal Mei lalu, contohnya. Menurut laman CNNMoney, gangguan teknis di Facebook saat itu membuat sejumlah pengguna bisa mengintip percakapan pribadi (private chat) teman-teman mereka tanpa diundang. Peristiwa itu terjadi kurang dari tiga bulan setelah muncul keluhan dari pengguna Facebook bahwa akun mereka dikirimi pesan-pesan yang tidak diinginkan.

Menurut respons Zuckerberg, tim Facebook akan mengatasi masalah gangguan privasi mulai pekan ini juga. (adi)


• VIVAnews

Petinggi Facebook Rapat Perbaiki Tata Privasi


26 Mei 2010 malam atau 27 Mei pagi di Indonesia, akan ada tata privasi baru di Facebook.


















Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg (AP Photo)


Media sosial terbesar, Facebook, akan memperbaiki aturan privasi yang diharapkan berlaku mulai 26 Mei 2010 ini. Petinggi Facebook termasuk pendirinya, Mark Zuckerberg, menggelar rapat membahas perubahan itu di markas besarnya, Palo Alto.
Facebook menghadapi kritik habis-habisan dari penggunanya setelah serangkaian kebocoran privasi yang membuat anggotanya tak tahu seberapa publik informasi mereka. Bahkan beberapa pengguna mengancam akan berhenti menggunakan Facebook pada 31 Mei ini.

Zuckerberg kemudian mengakui perusahaannya ini telah "melalaikan pertanda itu."

"Saya bisa memastikan bahwa aturan privasi kami yang baru, yang lebih gampang, akan berlaku mulai besok (Rabu 26 Mei) malam," katanya. "Jadi tunggu saja pengumuman detailnya di blog kami," kata seorang juru bicara Facebook seperti dilansir BBC. Rabu malam ini menurut waktu setempat, sehingga diperkirakan sudah masuk Kamis pagi, 27 Mei waktu Indonesia Barat.

Wakil Presiden Produk Facebook, Chris Cox, menggambarkan beberapa minggu terakhir ini "sangat berlaku rendah hati." Perubahan signifikan atas aturan privasi sudah dimulai sejak Desember ketika Facebook mengubah aturan default pada informasi profil. Namun perubahan ini mengundang kontroversi baru dan membingungkan.

Nantinya, serangkaian perubahan baru ini dimaksudkan untuk kebijakan privasi yang memiliki 50 setting berbeda dan 170 pilihan dan 5.830 kata-kata yang jauh lebih panjang daripada Konstitusi Amerika Serikat. (wm)

• VIVAnews

Facebook Sederhanakan Setelan Privasi


Kini hanya perlu satu langkah untuk mengatur data personal Anda.


















(digiactive.org)


Situs jejaring Facebook menjawab kritik dari banyak penggunanya terkait kontrol atas privasi mereka. Secara drastis, Facebook membuat aturan privasi menjadi lebih simpel.
Seperti dikutip dari laman The Telegraph edisi Kamis, 26 Mei 2010, langkah ini diambil Facebook setelah keras dikritik atas terlampau kompleksnya pengaturan privasi di situs jejaring sosial itu.

Pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg, mengatakan kini hampir 500 juta pengguna Facebook akan lebih mudah mengontrol data pribadi mereka, seperti: umur, jenis kelamin, teman, bahkan gambar.

"Banyak yang kami coba lakukan dalam beberapa pekan terakhir," kata Zuckerberg dalam jumpa pers.

Ke depan, pengguna Facebook hanya perlu satu langkah mudah untuk mengatur privasi mereka. "Feedback dari pengguna sangat gencar. Kami tahu kalau penyederhanaan kontrol ini harus dilakukan," katanya.

Pengaturan privasi di Facebook sebelumnya memaksa pengguna harus mengatur begitu banyak opsi pengaturan dan ini dinilai menyulitkan.

Keputusan ini diambil setelah petinggi Facebook melakukan rapat internal di markas besar mereka di Palo Alto.

Facebook menghadapi kritik keras setelah banyak penggunanya mengalami serangkaian kebocoran data privat mereka. Kasus-kasus itu membuat pengguna tak tahu seberapa publik informasi mereka di-share di Facebook. Banyak di antaranya mengancam akan berhenti menggunakan Facebook per 31 Mei ini. (kd)

• VIVAnews

Rabu, Mei 26, 2010

BlackBerry Diblokir di Kuwait dan Pakistan


Ini dilakukan untuk memastikan tidak adanya akses terhadap Facebook, Twitter, dan lainnya.


















BlackBerry Internet Services (slashphone.com)


Setelah Facebook, kini layanan BlackBerry pun diblokir di Pakistan. Kali ini Pakistan tak sendirian. Kuwait ikut serta memblokir layanan BlackBerry di negaranya. Apa alasannya?
Di Kuwait, Departemen Dalam Negeri mengutarakan rencana untuk memberhentikan layanan BlackBerry Messenger (BBM). Pasalnya, informasi yang lalu-lalang via BBM berada di luar kontrol Menteri Komunikasi dan aparat keamanan di negara tersebut. Sehingga, sulit bagi pemerintah untuk mengetahui desas-desus atau isu yang membahayakan negara.

Sementara di Pakistan, Pakistan Telecommunication Authority (PTA), semacam Kementerian Komunikasi dan Informatika di Indonesia telah melarang segala bentuk penggunaan layanan BlackBerry hingga pemberhentian lebih lanjut.

Alasannya, sederhana. Pemerintah Pakistan hanya ingin memastikan bahwa warganya tidak memiliki akses sama sekali terhadap situs Facebook, YouTube, Flickr, dan Twitter. Situs-situs tersebut diblokir karena diketahui mengandung konten anti-Islam.

Minggu lalu, situs berita Pakistan Nation.com  melaporkan bahwa para pelanggan layanan mobile internet dari operator international, terutama pelanggan BlackBerry Service masih bisa mengakses situs jejaring sosial terbesar di dunia itu. (mt)

Hari ini, BlackBerry beserta 450 situs, termasuk Twitter, Facebook, dan beberapa situs jejaring sosial yang dilarang PTA, benar-benar mati kutu di Pakistan. Langkah antisipatif oleh PTA ini berawal dari kompetisi menggambar sketsa Nabi Muhammad SAW di Facebook, yang menuai kritik dari seluruh umat muslim di dunia.

• VIVAnews

Dikalahkan Facebook, MySpace Ganti Strategi


MySpace akan menghabiskan lebih banyak sumber daya untuk mengembangkan game sosial.


















MySpace (myspace.com)


MySpace, salah satu situs jejaring sosial terpopuler saat ini, mengalihkan fokus mereka menjadi platform untuk game sosial.

Baru-baru ini mereka meluncurkan Games Lab, program yang mengundang pengembang game ke kantor pusat mereka di Seattle dan Los Angeles untuk bekerjasama dengan personel MySpace selama beberapa pekan.

Menurut Manu Rekhi, personel yang bertanggungjawab di divisi game MySpace, program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara jejaring sosial Playdom dan beberapa perusahaan game sosial.

“Hubungan kerjasama seperti ini umumnya hanya melibatkan perwakilan,” kata Rekhi, seperti dikutip dari Softpedia, 25 Mei 2010. “Akan tetapi, kami berusaha mengumpulkan para pengembang game agar memastikan kami berkomunikasi dengan maksimal,” ucapnya.

Rekhi menyebutkan, para pengembang akan hadir dalam kelompok-kelompok. “Kami akan merencanakan segala sesuatunya agar terjalin hubungan yang kuat antara kami dengan para pengembang game,” ucapnya.

Dengan langkah ini, tampak MySpace menghabiskan lebih banyak sumber daya untuk mengembangkan game sosial di platfom mereka dan tidak lagi fokus untuk bersaing dengan Facebook.

Seputar masalah ini, Rekhi menegaskan, MySpace kini dipandang sebagai jejaring sosial untuk menemukan dan mempelajari hal-hal baru. Adapun Facebook merupakan tempat di mana pengguna bisa bertemu kawan-kawan lama dan berinteraksi dengan mereka.

Karena tujuannya untuk membuat pengguna memahami perbedaan di antara kedua situs jejaring sosial tersebut, MySpace menilai mereka perlu melakukan perubahan di layanan yang mereka tawarkan. Game Lab sendiri kini dibuka dan membutuhkan sejumlah personil untuk berbagai posisi. (mt)

• VIVAnews

Facebook Blokir Akses Pengguna Asal India

Facebook tidak menghapus halaman “Everybody draw Mohammed Day!”, hanya menutupnya.


















(digiactive.org)


Facebook diblokir total di Pakistan pekan lalu. Di India, situs jejaring sosial tersebut memilih untuk memblokir pengguna asal negara tersebut yang ingin membuka halaman “Everybody draw Mohammed Day!”.
Langkah tersebut diambil Facebook setelah menerima protes dari umat Islam di negara tersebut seputar halaman yang mengundang pengguna Facebook memasang karikatur Nabi Muhammad.

“Untuk menghormati peraturan, standar, dan kebiasaan di kawasan setempat, kami memutuskan untuk menolak akses ke halaman “Everyone Draw Mohammed!” dari India,” kata juru bicara Facebook, seperti dikutip dari PCWorld, 25 Mei 2010. “Kami melakukan ini setelah dihubungi oleh pihak berwajib dan mengamati masalah ini secara khusus,” ucapnya.

Juru bicara tersebut menyebutkan, Facebook tidak menghapus halaman tersebut. “Kami hanya memblokir akses pengguna yang berasal dari India,” ucapnya.

Di India, pada Information Technolocy Act 2008 disebutkan bahwa pemerintah bisa memblokir situs internet pada kondisi tertentu. Meski demikian, pemerintah India belum mengambil langkah pemblokiran terhadap Facebook. (mt)

• VIVAnews

Selasa, Mei 11, 2010

Fitur Lokasi Facebook Muncul Bulan Ini?

TechCrunch 'memergoki' fitur lokasi Facebook, pada situs versi ponsel sentuhnya.



















Tampilan Facebook untuk ponsel sentuh (techcrunch)


Akhirnya Facebook membenarkan bahwa mereka tengah menyiapkan fitur baru yang telah banyak dinanti oleh para pengguna, yakni fitur lokasi.

Kepada situs TechCrunch, Facebook mengakui bahwa mereka sedang terus mempersiapkan fitur lokasi. Fitur ini, nantinya akan memungkinkan para pengguna Facebook untuk memberitahukan lokasi fisik mereka secara seketika kepada teman-teman Facebook mereka.

Sebelumnya, situs AdAge juga melaporkan bahwa fitur lokasi Facebook bakal diluncurkan bulan ini. Dari laporan tadi, Facebook dikabarkan bakal menggandeng restoran cepat saji McDonald's sebagai salah satu pengiklan awal di atas platform fitur lokasi Facebook.

"Sampai kini belum ada rencana untuk menambah mitra pengiklan untuk produk baru (fitur lokasi-red) kami ini. Kami mungkin mempertimbangkan untuk melakukan hal itu, tapi belum akan dilakukan pada saat peluncurannya," kata Juru bicara Facebook kepada situs Techcrunch.

TechCrunch sendiri 'memergoki' fitur lokasi pada Facebook, saat menjajal situs khusus Facebook bagi pengguna versi mobile berlayar sentuh, touch.facebook.com. Situs yang dioptimalkan bagi perangkat iPhone dan Android itu, saat dijalankan dengan browser Safari, akan menyebabkan ponsel menjadi hang.

Bila mode debug diaktifkan, maka situs Facebook itu akan selalu berusaha mencari 'places_tab', yang memang hingga sekarang belum diaktifkan oleh Facebook.

Menurut TechCrunch, pada versi mobile situsnya, Facebook sepertinya menggunakan komponen lokasi pada HTML5 untuk mendapatkan informasi lokasi dari ponsel.

Saat lokasi pengguna Facebook diketahui, Facebook bisa mengirimkan daftar-daftar lokasi penting yang berada di sekitar lokasi pengguna. Dari sini pengguna bisa melakukan check-in seperti pada layanan berbasis lokasi Foursquare.

Tapi Facebook tak hanya bisa merekam koordinat seseorang, melainkan juga mampu merekam ketinggian, arah pergerakan, kecepatan pergerakan, serta akurasi dari pengukuran lokasi. Tentu saja ini bisa menyaingi layanan-layanan berbasis lokasi seperti Foursquare, Gowalla, MyTown, atau Loopt.

Selama ini merek-merek semacam Pepsi, Starbucks, Bravo, dan MTV, telah menyebar promosi iklan melalui layanan berbasis lokasi. Namun, skala penyebaran iklannya dirasa kurang begitu signifikan.

Loopt cuma memiliki 3,5 juta pengguna, MyTown punya sekitar 2 juta pelanggan, Foursquare lebih kecil lagi, cuma 1 juta anggota.

Penambahan fungsi lokasi ini pada Facebok yang memiliki jumlah pengguna yang jauh sangat besar - lebih dari 450 juta orang - tentu sangat dinanti para pengiklan, yang mengincar metode beriklan berdasarkan target geolokasi.

"Fitur ini akan menjadi hal terbesar bagi bisnis lokal, sejak adanya paid search," kata Ian Schafer CEO DeepFocus, perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran. (hs)


Sumber: Indra Darmawan • VIVAnews


semoga bermanfaat

SBT 2010

Jumat, Mei 07, 2010

Facebook Perbaiki Lubang di Sistem Chat

Masalah itu yang memungkinkan pengguna mengintip chat pribadi orang lain.


















Opsi privasi di Facebook (facebook.com)


Facebook menutup sistem chat mereka sementara mereka memperbaiki masalah keamanan yang memungkinkan pengguna mengintip chat pribadi orang lain. Problem itu juga membuat pengguna bisa mengakses daftar tunggu teman.
"Hanya dengan beberapa klik tetikus, pengguna bisa melihat obrolan yang dilakukan teman mereka, daftar tunggu teman dan permintaan, itu informasi-informasi yang berpotensi berbahaya," kaya Steve O'Hear dari blog Tech Crunch seperti dikutip laman harian Telegraph.

O'Hear mengatakan bahwa Tech Crunch sudah memberitahu Facebook mengenai masalah tersebut. Laman jejaring sosial itu kini memasang pesan bahwa mereka mematikan chat untuk perawatan dan perbaikan sistem.

Facebook mengakui bahwa bug tertentu membuat percakapan dan permintaan berteman dapat dilihat teman lain dengan memanipulasi fitur 'preview my profile' dalam pengaturan privasi Facebook. Mereka menyatakan akan segera menyalakan kembali fitur chat setelah perbaikan selesai dilakukan.

Sementara itu, perubahan terkait hak Facebook menyebarkan informasi penggunanya dengan pengguna lain dan pihak ketiga mengundang kritisi dari pejabat pemerintahan Amerika Serikat (AS).

Senator Colorado Michael Bennet, senator Alaska Mark Begich, senator Minnesota Al Franken, dan senator New York Charles Schumer meminta Komisi Perdagangan Federal untuk mengeluarkan aturan mengenai privasi di jejaring sosial.

Para senator tersebut menyatakan telah menyurati pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, untuk menyuarakan kekhawatiran mengenai privasi itu. Facebook sendiri menegaskan bahwa privasi pengguna merupakan prioritas utama mereka. (hs)


Sumber: Eka Puspasari • VIVAnews

Semoga Bermanfaat

SBT2010

Jumat, April 23, 2010

Info: Facebook Zero satu lagi akses Facebook yang lebih cepat

Zero, Layanan Facebook Ramah Bandwidth

Pengguna yang ingin mengakses lebih banyak konten dipersilakan memakai versi berbayar.


















Facebook di iPhone (alleyinsider)



Seperti dikabarkan sebelumnya, Facebook telah merilis versi situs jejaring sosial  untuk perangkat bergerak demi menghemat bandwidth operator yang sangat berharga. Situs yang dimaksud adalah Facebook Zero dan bisa diakses dari http://zero.facebook.com.

Dibandingkan dengan situs versi mobile yakni http://m.facebook.com, Zero lebih ringan dan hanya menawarkan teks.

“Facebook menawarkan layanan untuk menghemat bandwidth di jaringan operator,” kata Chamath Palihapitiya, seperti VIVAnews kutip dari Techcrunch, 22 April 2010. “Ini dilakukan dengan menutup fitur yang penuh data seperti foto dan video,” ucapnya.

Saat ini, kata juru bicara Facebook tersebut, pihaknya sedang mendiskusikannya sebagai pilihan agar membuat Facebook pada mobile web tersedia untuk semua orang, bisa diakses dari mana saja serta memungkinkan operator mendorong penggunaan internet mobile.

“Operator bisa menawarkan Facebook Zero sebagai layanan gratis pada pelanggannya dan mengenakan biaya tambahan bila pengguna ingin mengakses versi yang lebih kaya akan konten multimedia,” ucap Palihapitiya.

Langkah ini serupa dengan yang dilakukan oleh berbagai layanan web lain yang sudah ada sebelumnya. Versi minimalis dari layanan itu disediakan secara gratis dan pengguna yang ingin mengakses lebih banyak konten dipersilakan menggunakan versi berbayar.

Facebook sendiri tampak sangat serius memperhatikan pengguna mobile mereka. Pasalnya beberapa waktu lalu mereka berhasil melampaui angka 100 juta pengguna mobile yang mengakses Facebook lewat handset. (umi)

Semoga Bermanfaat

Sumber: Muhammad Firman • VIVAnews