Tampilkan postingan dengan label diet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diet. Tampilkan semua postingan

Senin, Mei 09, 2011

10 makanan yang bisa menurunkan berat badan

Top 10 Foods That Can Help You Lose Weight

Losing weight is not just about reducing food intake and cutting things out of your diet,there are a few additions that you can make to your daily diet that can indeed help you lose weight. We've found 10 foods stuffs that incorporated with a healthy eating approach can help you shift those extra pounds and speed up weight loss.

Grapefruit
Top 10 Foods That Can Help You Lose Weight

We've all heard of the grapefruit diet but you don't have to live on a diet of grapefruit alone to lose weight. It's been found that that eating half a grapefruit before each meal or drinking a serving of the juice three times a day can help you drop the pounds. The magic ingredient is the fruit's phytochemicals and their effect of reducing insulin levels which stimulates your body to convert calories into energy rather than storing as flabby fat.

Cinnamon
Top 10 Foods That Can Help You Lose Weight

Cinnamon is a super spice when it comes to boosting your wellbeing as it has many health-giving properties. In terms of weight loss, it's all to do with controlling those post-meal insulin spikes, which is what make you feel hungry. And you don't need to get much of the stuff to get the benefits; studies have shown just a quarter teaspoon of cinnamon a day can lower the blood sugar, cholesterol, and triglyceride levels. To up your cinnamon intake either sprinkle it on to your breakfast cereal, or maybe mix it into your morning latte.

Chili peppers
Top 10 Foods That Can Help You Lose Weight

Adding a bit of heat to your diet can give you a weight-loss boost. Studies show that having a spicy start to your morning, i.e. eating chilies as a part of your breakfast can make you opt for a smaller lunch. Apparently it's down to capsaicin which is found in chilies and red peppers that has appetite suppressing properties. Granted - chilies aren't the easiest of items to face as your morning meal but how about as a part of a spicy egg-white omelette or stirred into scrambled eggs for a spicy weight loss kick.

Fennel tea
Top 10 Foods That Can Help You Lose Weight

Again fennel tea is a food stuff that boasts a list of health giving benefits; it's packed with good levels of potassium, magnesium and calcium as well as the vitamins B and C. But when it comes to the weight-loss stakes fennel had a double benefit: working both as an appetite suppressant and a metabolism booster which really are both useful if you're trying to lose weight. Fennel tea is widely available in supermarkets so add it to your daily diet to stave off cravings and boost your fuel burn.

Salad
Top 10 Foods That Can Help You Lose Weight

Eating a low-calorie salad before your main meals can help you to lose weight and ensure you get recommended daily intake of veggies. And it's not rocket science as to how it works for weight loss, the key is the sheer volume of a salad, which makes you feel too full to pig out when it comes to your main meal. You need to make sure you don't drown it in a fatty dressing though - a little olive oil and balsamic vinegar makes the perfect healthy accompaniment to a fresh salad.

Green tea
Top 10 Foods That Can Help You Lose Weight

Another powerful brew - green tea really has a multitude of health and wellbeing benefits. And if you are a keen into fitness it makes the perfect pre-workout drink; it's been found to increase endurance by as much as 24%, allowing you to exercise longer and burn more calories. But in terms boosting your weight loss power, a study carried out by the Journal of Nutrition, drinking five cups of green tea per day can help you lose twice as much weight, most of it where we want to lose it most - around the middle.

Celery
Top 10 Foods That Can Help You Lose Weight

Celery rates well as a weight-loss food as you can actually end up burning more calories eating it than your body will take on consuming it. But by no means does that make celery low in nutritional value; it's super-packed with fibre (great for digestion) and foliate (the essential nutrient for the care and production of new cells within the body). Get your celery fix by making sure it's featured in your pre-meal salad, as an accompaniment to your lunch or as a healthy snack when you want to satisfy that 'munch' craving.

Lentils
Lentils are great weight-loss food as they have the power to really satisfy your hunger without packing your body with loads of calories and fat - that's often why lentils feature heavily as a meat substitute - they can make you feel like you've had a meaty dish minus the calories and saturated fat that come with eating meat. Again like celery, lentils are full of fibre and foliate so as well as giving you the full feeling, they are great for digestion and healthy cell growth.

Dark chocolate
Top 10 Foods That Can Help You Lose Weight

Granted chocolate is not low in calories nor in fat, but dark chocolate has two major dietary positives that can lead to long term weight loss. First, it's quite difficult to scoff massive quantities of high-quality dark chocolate as compared to the milk stuff. Secondly, dark chocolate is very high in health-promoting antioxidants. In terms of a weapon in your weight-loss armoury you can use dark chocolate as a way to curb any sweet cravings, just a few small squares to quell a full on chocolate pig out is well worth the modest calorie intake.

Quinoa
Top 10 Foods That Can Help You Lose Weight

Pronounced 'Keen-wah' quinoa is known as the 'mother grain' by the ancient Peruvians. Quinoa is good for weight loss as it has the power to keep you feeling fuller for longer due to its high protein content. Also the carbs that are present in the grain are released slowly into the body so you won't get that rush of energy after eating quinoa as you would with other foods like white rice or pasta. You can eat quinoa raw but we reckon it's best when it's cooked in a similar way to rice or couscous.

Jumat, Juni 04, 2010

5 Cara Mudah Bakar Kalori Tubuh


Kadar kafein yang terkandung dalam kopi meningkatkan jumlah pembakaran kalori.


















Tertawa lepas (inmagine)


Bukan hanya saat berolahraga, tumpukan kalori dalam tubuh ternyata juga bisa Anda bakar kapan saja. Saat bekerja atau berkumpul dengan teman-teman, tanpa disadari kalori dalam tubuh juga cukup banyak terbuang.
Ketahui lima hal mudah untuk membakar kalori, yang bisa dilakukan kapan saja, agar tumpukan kalori dalam tubuh bisa dikurangi.

1. Minum kopi : Penelitian menunjukkan kadar kafein yang terkandung dalam kopi meningkatkan jumlah pembakaran kalori. Anda bisa minum kopi hangat pada pagi hari atau kopi dingin pada sore hari.

2. Sarapan : Hal ini adalah cara paling mudah untuk memicu tubuh mulai membakar lemak. Hal itu karena otak tidak mengirimkan sinyal lapar hingga menjelang siang.

3. Tertawa : Buatlah diri Anda tertawa, dengan membaca cerita lucu. Tidak hanya membuat suasana hati menjadi lebih baik, kalori dalam tubuh pun ikut terbakar dengan tertawa. Karena, tertawa selama 10 hingga 15 menit per hari bisa membakar 50 kalori.

4. Tekanan : Stres atau tekanan yang Anda alami saat bekerja juga membakar kalori dalam tubuh. Jadi, jangan selalu anggap negatif tumpukan pekerjaan, karena itu membuat kalori terbakar.

5. Jalan-jalan : Saat makan siang, pilihlah tempat yang agak jauh dari kantor atau datangi pusat perbelanjaan. Hal ini membuat Anda berjalan lebih lama, dan sambil cuci mata kalori pun terbakar. (mt)

• VIVAnews

Kamis, Mei 20, 2010

Diet teraneh dunia



Seberapa gila Anda untuk melihat jarum timbangan bergerak ke kiri?


Menjadi kurus sudah menjadi obsesi manusia sejak dulu kala. Orang rela melakukan apa saja untuk menurunkan berat badan, bahkan cara yang paling tak masuk akal sekalipun. Berikut ini daftar diet teraneh dari seluruh dunia dari berbagai masa. Ingat, daftar ini BUKAN untuk ditiru!

1727: Jauhi rawa

Di tahun 1727, Thomas Short menulis sebuah thesis tentang bagaimana orang bertubuh gemuk cenderung tinggal di dekat rawa. Sarannya, orang yang kelebihan berat badan harus pindah ke daerah yang lebih kering untuk menghindari dampak kehidupan rawa. Ini mungkin bukan strategi diet terbaik, tapi setidaknya saran memilih perumahan yang tepat

1800: Kelaparan

Di pertengahan abad ke-19, kalangan kelas menengah dan aristokrat Eropa Barat hidup dalam kelaparan agar bisa memenuhi standar kekurusan era Victoria, yang diasosiasikan dengan kesucian dan feminitas.

1820: Diet cuka

Penyair yang menderita anoreksia dan bulimia, Lord Byron, mempopulerkan diet cuka di tahun 1820. Untuk membersihkan diri, ia akan minum banyak cuka dan air setiap harinya, ditambah segelas teh dengan telur mentah. Efeknya adalah muntah dan diare. Tidak heran ia jadi kurus.

1903: Hanya mengunyah

Seorang agen seni dari San Francisco Horace Fletcher dikenal sebagai ‘Raja Mengunyah’ setelah berhasil kehilangan 20 kg untuk mengunyah…dan tidak menelan. Setelah menjadi terlalu kurus, ia mengubah metodenya menjadi mengunyah 32 kali lalu membuang ampasnya. Menurut Horace, tubuhnya akan menyerap nutrisi yang dibutuhkan tanpa menambah berat badan.

1925: Diet rokok

Sulit membayangkan bahwa rokok digunakan sebagai diet, tapi di masa lalu, beberapa perusahaan rokok mempromosikan rokok dapat meredam rasa lapar. Sebuah iklan Lucky Strike bahkan berbunyi “Nyalakan Lucky dan Anda tak akan merindukan manisan yang membuat Anda gemuk.”

1928: Diet daging dan lemak

Penjelajah kutub utara, Vilhjalmur Stefansson sangat kagum akan sehatnya suku Inuit meski hanya makan daging karibu, ikan mentah, dan jarang makan sayur atau buah. Stefansson mengklaim ia telah mencoba diet ini dan membuktikan efektivitasnya. Dokter memeriksa kesehatannya selama beberapa bulan dan ia dinyatakan sehat.

Awal tahun 1930: Sabun pelangsing

Hapus lemak dengan air? Terdengar begitu indah! Di awal tahun 1930, muncul produk seperti “Fatoff,” “Fat-O-NO” and “La-Mar Reducing Soap” yang menglaim bisa membuat pemakainya kurus hanya dengan mandi. Namun sabun ini tidak punya mantra ajaib. Mereka cuma sabun biasa dari potasium klorida dan bahan lainnya.

1954: Diet cacing pita

Anda mungkin jijik dengan cacing parasit yang hidup dalam usus dan menyerap gizi dari tubuh. Tapi bagi beberapa orang, ini malah dijadikan cara penurunan berat badan. Sekelompok orang mulai memakan kista cacing agar bisa makan tanpa menjadi gemuk. Efek samping memelihara cacing pita termasuk bahwa cacing bisa tumbuh bermeter-meter dalam usus, menyebabkan meningitis maupun demensia.

1960: Diet tidur

Logika di balik diet ini adalah: Anda tidak makan saat tidur. Maka jika Anda tidur lebih banyak, berat badan Anda akan turun. Pengikut diet ini (seperti Elvis Presley) akan berusaha tidur berhari-hari untuk menurunkan berat badan.

1980-2000: Diet nafas

Kebanyakan diet menyarankan kita untuk mengurangi makanan tertentu, seperti daging, kabohidrat atau gula. Tapi diet nafas menuntut pengikutnya untuk meninggalkan SEGALANYA. Anda hanya boleh makan udara. Diet nafas percaya jika manusia hidup dalam harmoni, maka Anda tak butuh lagi makanan atau tidur.

2000: Diet mata

Pernah menyadari bagaimana banyak restoran cepat saji menggunakan warna merah dan kuning di logo mereka? Konon, warna tersebut merangsang nafsu makan. Sebaliknya warna biru dapat meredam nafsu makan. Sebuah perusahaan Jepang, menciptakan kaca mata diet bewarna kebiruan yang membuat makanan terlihat tidak menarik dan membuat Anda tak ingin makan.

2000: Menjepit telinga

Metode menekan selera makan dengan menjepit tulang muda telinga bagian dalam adalah berdasarkan akupuntur Cina, dimana jarum ditinggalkan di telinga selama satu minggu. Lalu jepitan ditinggalkan selama 6 minggu hingga tiga bulan, setelah itu tubuh Anda akan terbiasa dan kehilangan efektivitasnya. Metode ini tidak terbukti efektif, malah justru bisa menyebabkan infeksi dan kerusakan telinga.

2000: Diet kapas

Siapa butuh makan jika kapas yang tak berkalori bisa membuat Anda kenyang? Pengikut diet ini memakannya kering, atau dicelup gelatin. Kapas mengandung banyak serat, sayangnya, bukan serat yang dibutuhkan manusia.

Sumber: http://id.yseablog.com/2010/05/diet-teraneh-dunia/

Selasa, Mei 04, 2010

Benarkah Jeruk Bisa Luruhkan Lemak

Demi mendapatkan tubuh ideal, banyak orang hanyut dengan beragam mitos yang berkembang.



















Jeruk (dok. Corbis)


Setiap orang memiliki metode untuk menjaga berat badan ideal. Mereka seringkali mengadopsi informasi tentang diet sesuai keyakinan masing-masing tanpa memahami dengan baik mekanisme kerjanya.Direktur Jenderal Clinical Research Center di Medical College of Wisconsin di Milwaukee, Ahmed Kissebah, mengungkap salah satu mitos yang banyak dipercaya dapat meluruhkan lemak, yaitu dengan konsumsi jeruk.

Mitos yang berkembang selama ini adalah memakan buah jeruk, minum jus jeruk, atau mengonsumsi pil ekstrak jeruk membantu membakar lemak lebih cepat. Padahal kenyatannya tidak demikian.

Kissebah, yang juga penasihat medis untuk kelompok penurunan berat badan, mengatakan, menambahkan elemen jeruk dengan porsi wajar dalam menu diet penurunan berat badan memang cukup bermanfaat. Jeruk merupakan makanan rendah kalori yang dapat menciptakan sensasi kenyang. "Tetapi tidak ada makanan yang dapat menyebabkan lemak dibakar," ujarnya.

Ia justru memperingatkan para pelaku diet agar tidak mengombinasikan konsumsi jeruk dengan daging babi, telur atau makanan mengandung lemak dan protein tinggi. Kombinasi semacam itu hanya akan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Kissebah kemudian menyebut sejumlah mitos lain yang juga dianut para pelaku diet di banyak negera.

Kentang Menggemukkan
Banyak pelaku diet menghindari kentang. Padahal faktanya, kentang adalah makanan tinggi karbohidrat yang kaya manfaat. “Kentang mengandung serat tinggi, vitamin C, dan beberapa jenis vitamin B,“ kata Kissebah.
Sebanyak 5 ons kentang yang dipanggang dan dikupas kulitnya mengandung sekitar 130 kalori. Lebih rendah sekitar 20 persen daripada kandungan kalori dalam 5 ons nasi merah.

Sedikit makan susutkan perut
"Perut tidak dapat menyusut, tak peduli betapa sedikit makanan yang Anda makan," kata Kissebah. Membiarkan perut kosong hanya akan menghambat asupan nutrisi yang pada akhirnya memicu beragam keluhan kesehatan.

Makan sebelum tidur bikin gemuk
"Tidak ada bukti yang mengatakan bahwa makanan yang dikonsumsi pada malam hari menghasilkan lebih banyak simpanan kalori di dalam tubuh, daripada makanan yang disantap di siang hari," kata Kissebah. Yang terpenting adalah menjaga asupan kalori secara konsisten.

Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti • VIVAnews

Selasa, April 27, 2010

Apakah Anda Tergolong Obesitas

Penderita berat badan berlebih atau gemuk belum tentu obesitas.


















Wanita gemuk (inmagine)



Obesitas menjadi sebuah permasalahan di berbagai belahan dunia. Pada 2015, jumlah penderitanya diperkirakan mencapai 700 juta jiwa. Atau sekitar 30 persen dari jumlah penderita berat badan berlebih di seluruh dunia.

Penderita berat badan berlebih atau gemuk belum tentu obesitas. Mereka yang tergolong obesitas memiliki indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 30. Sedangkan orang gemuk dibatasi pada skala 25-30, dan tubuh ideal sebesar 18,5-24,9.

IMT dihitung dari berat badan (kilogram) dibagi tinggi badan kuadrat (meter persegi). Sebagai gambaran, seseorang berbobot 70 kilogram dan tinggi badan 160 sentimeter memiliki IMT 27,4 kilogram per meter persegi. Angka yang memposisikan dia dalam kategori gemuk itu muncul setelah membagi bilangan 70 kilogram dengan 2,56 meter persegi (1,6 meter x 1,6 meter).

Menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 yang dilakukan Departemen Kesehatan, sebanyak 10,3 persen orang dewasa di Indonesia (usia lebih dari 15 tahun) mengidap obesitas. Rincian 13,9 persen kaum dewasa pria dan 23,8 persen kaum wanita dewasa.

Riset ini juga menyebutkan bahwa 18,8 persen orang dewasa di Indonesia memiliki perut buncit atau obesitas sentral. Sementara itu, 93,6 persen orang berusia lebih dari 10 tahun kekurangan asupan buah dan sayuran, serta 48,2 persen orang berusia lebih dari 10 tahun juga mengalami kekurangan aktivitas fisik.

“Hal inilah yang menyebabkan terjadinya obesitas pada banyak orang. Bukan hanya di Indonesia tapi juga diseluruh belahan dunia,” kata Dave Nuku, Regional Fitness Manager 'Fitness First' Asia sekaligus pelatih tim biru dalam reality show 'The Biggest Loser Asia', Kamis 18 Maret 2010.

Butuh pengorbanan yang besar untuk keluar dari masalah obesitas. “Yang paling penting saat ingin menurunkan berat badan adalah memotivasi diri sendiri. Tak perlu ngotot bisa menurunkan banyak berat badan, cukup 1 kg secara bertahap. Dan kunci utama lainnya adalah, jangan jadikan makanan siap saji sebagai makanan sehari-hari Anda, ” kata Dave.
Sumber: Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti • VIVAnews



Semoga Bermanfaat

SBT2010

Senin, April 26, 2010

Wow, Enam Bulan Susut 83 Kilogram

Wow, Enam Bulan Susut 83 Kilogram

Pria asal Jakarta itu memenangi kontes penurunan berat badan 'The Biggest Loser Asia'.




















David 157 kg (gambar kiri), David 74 kg (gambar kanan) (Hallmark Channel)


Enam bulan yang lalu, orang begitu mudah mengenali David Gunarni, 25, karena ukuran tubuhnya yang mencapai 157 kilogram. Namun kini, bobot tubuhnya hanya tersisa 74 kilogram.

Pria asal Jakarta itu baru saja memenangi kontes penurunan berat badan 'The Biggest Loser Asia' yang diproduksi Hallmark Channel. Ia menyingkirkan 15 kontestan dari berbagai negara di Asia yang berebut predikat 'The Biggest Loser' pertama di Asia.

Di malam puncak yang digelar di Malaysia, Selasa, 9 Maret 2010, pria yang berprofesi sebagai salesman itu menumbangkan tiga kontestan lainnya yaitu Carlos Antonio Miguel asal Filipina, Aaron Mokhtar asal Malaysia, dan Martha Lai asal Hong Kong.

Selain membawa pulang uang senilai US$ 100.000 dan satu unit mobil Renault Koleos SUV senilai US$ 70.000, ia juga akan menjadi duta gerakan anti-obesitas di Asia. "Hal terpenting, saya telah menjadi pemenang bagi diri saya sendiri, karena saya telah berhasil mendapatkan kembali kesehatan saya, yang menurut saya lebih penting dari apapun," ujarnya.

Bersama 15 kontestan lain, ia mulai masuk karantina di sebuah area terisolasi di Malaka, Malaysia, pada akhir September 2009. Selama tiga bulan, ia menjalani program penurunan berat badan di bawah pengawasan trainer, ahli nutrisi, dietician, tim dokter, fisioterapis, dan psikolog.

Dari Senin sampai Sabtu, mereka bangun pukul 05.00. Lalu berjalan kaki sejauh 9,5 kilometer. Setelah istirahat satu jam dan sarapan, mereka fitnes mulai pukul 08.00 sampai 11.00, disusul makan siang dan istirahat hingga pukul 17.00. Sore harinya, mereka berjalan kaki lagi dan latihan fisik hingga pukul 23.00. Hari Minggu adalah hari penimbangan berat badan dan hari istirahat.

"Program diet cukup berat karena kami hanya mengkomsumsi 1.200 - 1.600 kalori setiap harinya dan membakar 5.000-6.000 kalori setiap harinya," kata David. Selama karantina mereka digoda dengan sajian makanan lezat dan satu kontestan tereliminasi setiap minggunya.

Pada minggu ke-13, David berhasil menurunkan berat badannya sebesar 55 kilogram. Ia dan tiga kontestan lain yang tersisa kemudian dipulangkan ke rumah masing-masing untuk melanjutkan program penurunan berat badan dengan caranya sendiri. Bersama para kontestan yang telah tereliminasi, mereka dikumpulkan lagi pada 9 Maret untuk penimbangan terakhir dan pengumuman pemenang. (pet)

Sumber: Pipiet Tri Noorastuti, Gestina Rachmawati • VIVAnews

Semoga Bermanfaat

SBT2010

Senin, April 19, 2010

INFO :Benarkah Tak Makan Nasi Bikin Langsing


Tak sedikit wanita hindari nasi agar bisa kurangi bobot secara drastis. Tepatkah cara ini?























Tidak sedikit wanita yang menghindari nasi agar bisa mengurangi berat badan secara drastis. Tapi, tepatkah pola diet seperti ini?

“Mengatur pola makan bukan berarti Anda harus menghindari nasi sebagai sumber karbohidrat. Nasi dan sumber karbohidrat lainnya tetap dibutuhkan tubuh untuk cadangan energi. Pola diet yang tepat adalah tetap mengonsumsi makanan sehat lengkap, namun porsi tak berlebih. Itu kunci sukses untuk menurunkan berat badan,” kata Founder & CEO White Lotus sebuah perusahaan penyedia menu sehat seimbang, Jenny Poespita yang ditemui di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu 7 April 2010.

Jadi, makanan yang dikonsumsi, menurut Jenny, harus bernutrisi seimbang. Ada karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin dan kandungan gizi lainnya. Karena, 70 persen kesuksesan dalam menurunkan berat badan terletak pada kebiasaan Anda mengonsumsi makanan.

Selain itu, indikator makanan sehat pun tak memulu harus menggunakan bahan makanan organik. “Bahan makanan organik memang penting, tapi daripada mementingkan organiknya lebih baik lagi mementingkan kandungan gizinya. Dan, yang lebih penting lagi, porsi menu sehat pun harus diatur,” ujar Jenny menjelaskan.

Tak hanya itu, kualitas cara memasak juga perlu diperhatikan, sebab cara memasak yang salah juga bisa menyebabkan kandungan gizi dari bahan makanan yang diolah hilang. Jika mengonsumsi buah pun, Jenny memaparkan harus merupakan buah pilihan yang kaya manfaat. Jangan terlalu sering mengonsumsi buah dengan rasa terlalu manis.

Ditambah lagi, agar makanan sehat Anda tak berasa hambar, bumbu-bumbu pilihan yang beraneka ragam juga bisa dikreasikan dalam masakan agar cita rasa makanan sehat Anda bisa menggugah selera. Perlu diingat juga, jangan pilih bahan makanan karena murahnya saja, tapi lihat juga kualitasnya. Dan, pengaturan pola makan sangat penting untuk menjadikan tubuh ideal,” kata Jenny menegaskan.

Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti • VIVAnews


Semoga bermanfaat

SBT 2010

Senin, Maret 29, 2010

TIPS: Bakar Lemak Usai Persalinan


Merampingkan tubuh pascamelahirkan bisa dengan mudah dilakukan di rumah.


VIVAnews - Memasuki masa kehamilan, wanita idealnya mengalami kenaikan berat badan antara 10- 18 kilogram. Hanya saja, mereka seringkali kesulitan mengembalikan ukuran tubuh pascamelahirkan.

Mereka beralasan tak ada waktu ke pusat kebugaran untuk memulihkan ukuran tubuh. Padahal merampingkan tubuh pascamelahirkan bisa dengan mudah dilakukan di rumah. Berikut tipsnya.

Setelah menjalani tiga langkah konsumsi makanan sehat, lakukan sejumlah latihan fisik berikut untuk mendapatkan tubuh ramping pascamelahirkan tanpa biaya mahal.

Langkah 1
Lakukan push up. Mulanya berbaring dengan perut di bawah. Letakkan tangan di bawah bahu dan kaki bertumpu di lantai. Angkat kaki kaki dan tubuh dari lantai sejauh kepalan tangan selanjutnya tingkatkan hingga selengan. Tahan beberapa detik sebelum menurunkan tubuh secara perlahan. Ulangi gerakan.

Langkah 2
Tempatkan dua kursi secara terpisah selebar kaki. Posisikan tumit di satu kursi dan raih ujung kursi lainnya dengan tangan. Turunkan tubuh Anda sampai siku menekuk 90 derajat dan lengan atas sejajar lantai. Dorong badan ke atas dan ulangi kembali selama delapan kali hitungan.

Langkah 3
Melakukan gerakan sit up. Berbaringlah dengan lutut ditekuk dan telapak kaki datar di lantai. Letakkan tangan di sisi kepala dan angkat badan dari lantai. Rasakan otot perut dan lengan berkontraksi, tahan satu detik sebelum menurunkan badan kembali. Ulangi gerakan ini.

Langkah 4
Buka kaki dan tekuk kedua lutut. Berdiri, lalu rapatkan kaki dengan tangan di pinggul. Ambil langkah panjang ke depan dengan kaki kiri dan turunkan berat badan ke tanah. Tekuk lutut kiri membentuk sudut 90 derajat dan lutut kanan rata dengan tanah. Berdiri kembali dan ulangi dengan kaki kanan.

Langkah 5
Lari-lari kecil di sekitar rumah selama 45-60 menit untuk membakar kalori dan mengurangi berat badan setelah melahirkan. Jika di sekitar rumah ada kolam renang atau sepeda, gunakan untuk berolahraga. Gerakan berjongkok dan melompat-lompat bisa mengurangi berat badan pasca melahirkan.

Pipiet Tri Noorastuti, Anda Nurlaila • VIVAnews

Semoga Bermanfaat

SBT2010