Tampilkan postingan dengan label mitos kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mitos kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, Mei 04, 2010

Benarkah Jeruk Bisa Luruhkan Lemak

Demi mendapatkan tubuh ideal, banyak orang hanyut dengan beragam mitos yang berkembang.



















Jeruk (dok. Corbis)


Setiap orang memiliki metode untuk menjaga berat badan ideal. Mereka seringkali mengadopsi informasi tentang diet sesuai keyakinan masing-masing tanpa memahami dengan baik mekanisme kerjanya.Direktur Jenderal Clinical Research Center di Medical College of Wisconsin di Milwaukee, Ahmed Kissebah, mengungkap salah satu mitos yang banyak dipercaya dapat meluruhkan lemak, yaitu dengan konsumsi jeruk.

Mitos yang berkembang selama ini adalah memakan buah jeruk, minum jus jeruk, atau mengonsumsi pil ekstrak jeruk membantu membakar lemak lebih cepat. Padahal kenyatannya tidak demikian.

Kissebah, yang juga penasihat medis untuk kelompok penurunan berat badan, mengatakan, menambahkan elemen jeruk dengan porsi wajar dalam menu diet penurunan berat badan memang cukup bermanfaat. Jeruk merupakan makanan rendah kalori yang dapat menciptakan sensasi kenyang. "Tetapi tidak ada makanan yang dapat menyebabkan lemak dibakar," ujarnya.

Ia justru memperingatkan para pelaku diet agar tidak mengombinasikan konsumsi jeruk dengan daging babi, telur atau makanan mengandung lemak dan protein tinggi. Kombinasi semacam itu hanya akan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Kissebah kemudian menyebut sejumlah mitos lain yang juga dianut para pelaku diet di banyak negera.

Kentang Menggemukkan
Banyak pelaku diet menghindari kentang. Padahal faktanya, kentang adalah makanan tinggi karbohidrat yang kaya manfaat. “Kentang mengandung serat tinggi, vitamin C, dan beberapa jenis vitamin B,“ kata Kissebah.
Sebanyak 5 ons kentang yang dipanggang dan dikupas kulitnya mengandung sekitar 130 kalori. Lebih rendah sekitar 20 persen daripada kandungan kalori dalam 5 ons nasi merah.

Sedikit makan susutkan perut
"Perut tidak dapat menyusut, tak peduli betapa sedikit makanan yang Anda makan," kata Kissebah. Membiarkan perut kosong hanya akan menghambat asupan nutrisi yang pada akhirnya memicu beragam keluhan kesehatan.

Makan sebelum tidur bikin gemuk
"Tidak ada bukti yang mengatakan bahwa makanan yang dikonsumsi pada malam hari menghasilkan lebih banyak simpanan kalori di dalam tubuh, daripada makanan yang disantap di siang hari," kata Kissebah. Yang terpenting adalah menjaga asupan kalori secara konsisten.

Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti • VIVAnews

Rabu, April 21, 2010

INFO: 6 Mitos Kesehatan yang Salah

Jika pola makan salah, bisa jadi tubuh justru makin melar, dan rentan terserang penyakit.


Diet (dok. Corbis)

Tubuh sehat dan bebas penyakit adalah dambaan semua orang. Tapi, bukan berarti Anda bisa sembarangan mengonsumsi makanan yang bisa melangsingkan atau menyehatkan tubuh. Jika pola makan Anda salah, bisa jadi tubuh justru makin melar, dan rentan terserang penyakit.

Agar tidak salah kaprah, kenali mitos diet yang bisa merusak kesehatan Anda:

1. Makanan rendah lemak bikin bobot tubuh cepat menyusut
Fakta: Makanan rendah lemak memang kerap menjadi pilihan wanita yang ingin langsing. Tapi, perlu Anda tahu, makanan jenis itu kemungkinan juga dipenuhi gula, karbohidrat dan pemanis sintetik.

"Pada makanan manis rendah lemak, gula tambahan yang digunakan mungkin memiliki kandungan kalori sama dengan makanan tanpa 'embel-embel' rendah lemak. Jika Anda ingin mengonsumsinya, lebih baik konsumsi dalam porsi kecil. Dan, seimbangkan asupan nutrisi dengan makan buah dan sayuran," kata Angela, ahli gizi.

2. Makan di malam hari membuat gemuk

Fakta: Kalori adalah kalori, entah itu dikonsumsi pada pagi hari, siang atau malam hari. Studi tentang makanan yang dilakukan pada kera, menyimpulkan, berat badan akan tetap sama meskipun tubuh mengonsumi enam persen kalori atau 65 persen.

Angela menyarankan, sebaiknya Anda jangan melewatkan jadwal makan malam Anda. Yang penting, jaga porsi makanan Anda, dan konsumsilah makanan yang mengandung banyak sayur dan buah agar berat badan tidak melonjak. Lakukan kegiatan, seperti mencuci piring, atau membereskan dapur setelah makan malam, agar cadangan energi tubuh tidak berubah menjadi lemak.

3. Sebuah telur rebus bisa tingkatkan kolesterol
Fakta: Telur dianggap bisa meningkatkan kadar kolesterol. Karena itu, ada penelitian yang menyimpulkan, telur berdampak buruk buat jantung. Namun, dalam beberapa objek penelitian menyarankan agar rutin mengonsumsi telur rebus untuk kesehatan.

Dalam Penelitian oleh Universitas Surrey menemukan, setelah makan dua telur sehari saat diet selama 12 minggu, tidak ada subjek percobaan yang mengalami meningkatnya kolesterol. Telur dianggap sebagai panganan rendah kalori (75 kalori dalam telur rebus), telur juga mengandung vitamin D, vitamin B-12 dan nutrisi lainnya.

4. Kopi menyebabkan tubuh alami dehidrasi
Fakta: Ini angapan yang salah. Banyak orang percaya bahwa kopi memiliki zat diuretik, zat yang menyebabkan tubuh kehilangan cairan dengan membuat ginjal memproduksi lebih banyak urin. Namun, dalam kenyataannya, kopi tidak memiliki efek seperti peminum reguler. Yang perlu diingat, sebaiknya tidak mengonsumsi kopi lebih dari 2 cangkir sehari.

5. Kopi tanpa kafein juga bisa menambah energi
Fakta: Penelitian telah menunjukkan, kopi tanpa kafein bisa membuat Anda mengantuk.
Dr Crystal Haskell, Northumbria University, menemukan kadar kafein kurang dari 10mg efeknya berbeda dari kopi berkafein yang dianggap bisa meningkatkan energi.

6. Selalu menyimpan buah dan sayuran di lemari es
Fakta: Tidak semua buah bagus disimpan dalam lemari pendingin. Para ilmuwan di Oklahoma di AS menemukan, semangka pada suhu kamar lebih tinggi dua kali lipat mengandung kadar beta-karoten dan 20 persen lebih banyak lycopene - antioksidan baik ketimbang disimpan dalam lemari es selama satu sampai dua minggu.

Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti • VIVAnews