Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan

Kamis, Agustus 05, 2010

Empat Gejala Khas Penyakit Jantung


Kenali juga gejala tersembunyi penyakit yang bisa sebabkan kematian mendadak ini.



Jantung (dok. Corbis)





VIVAnews - Penyakit jantung dan pembuluh darah telah lama diketahui sebagai penyebab kematian nomor satu di Indonesia dan di dunia. Bahkan berdasarkan data yang dimiliki Yayasan Jantung Indonesia, 17 juta orang di seluruh dunia meninggal setiap tahun akibat penyakit ini.

Yang mengkhawatirkan, penyakit jantung bisa menyebabkan kematian mendadak. Hal ini perlu diwaspadai karena menurut spesialis kardiovaskuler dari Rumah Sakit Harapan Kita, dr Santoso Karo Karo, Sp.JP,MPH mengatakan penyakit jantung bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu.

“Sering mengalami sesak di dada, terkadang dianggap hanya masuk angin biasa, lalu minta dikerik dan dipijat. Jangan sepelekan jika terjadi sesak napas, karena kondisi ini merupakan salah satu gejala khas penyakit jantung,” katanya saat ditemui di acara Konfrensi Pers yang digelar menyambut perayaan Hari Jantung Dunia dengan tema 'Saya Bekerja dengan Jantung Sehat', di Kantor Yayasan Jantung Indonesia, Menteng Jakarta, Rabu 4 Agustus 2010.

Menurutnya ada gejala-gejala khas penyakit jantung yang patut Anda waspadai. Jika beberapa gejala ini Anda alami, segera periksa ke dokter. Sebab, bila tak segera mendapat bantuan medis, nyawa Anda bisa menjadi taruhannya.

“Setelah merasakan gejala-gejala berikut ini, dalam waktu lima menit Anda harus waspada, dan segera meminta pertolongan. Karena, jika dalam waktu 6 jam tidak mendapatkan obat yang semestinya bisa mengakibatkan kematian,” katanya.

Untuk itu, agar bisa mewaspadai serangan jantung, Anda perlu tahu gejala khas yang bisa muncul tiba-tiba:

1. Tiba-tiba sakit di bagian dada dibelakang tulang dada atau seperti sesak dada.

2. Nyeri dada bisa berulang beberapa menit (20 menit atau lebih).

3. Rasa nyeri bisa berupa tekanan di bagian dada, dan leher seolah tercekik hingga menyebabkan keluar keringat dingin

4. Tiba-tiba pingsan, namun bisa kembali sadar. Ini terjadi karena ada gangguan irama jantung

Selain gejala khas di atas, ada beberapa gejala tersembunyi penyakit jantung, yaitu:

Merasa seperti sakit maag, padahal sebelumnya tidak pernah menderita gangguan lambung ini. Biasaya gejala tiba-tiba sakit maag muncul pada timbul pada dini hari hingga pukul 10 pagi. Ini terjadi karena saraf simpatis meningkat di pagi hari.

“Jika merasa mengalami gejala ini, usahakan merebahkan diri dan minum aspirin sebagai obat peredam sementara. Selanjutnya, segera hubungi dokter agar mendapatkan pertolongan segera,” katanya.

• VIVAnews

Selasa, April 27, 2010

Apakah Anda Tergolong Obesitas

Penderita berat badan berlebih atau gemuk belum tentu obesitas.


















Wanita gemuk (inmagine)



Obesitas menjadi sebuah permasalahan di berbagai belahan dunia. Pada 2015, jumlah penderitanya diperkirakan mencapai 700 juta jiwa. Atau sekitar 30 persen dari jumlah penderita berat badan berlebih di seluruh dunia.

Penderita berat badan berlebih atau gemuk belum tentu obesitas. Mereka yang tergolong obesitas memiliki indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 30. Sedangkan orang gemuk dibatasi pada skala 25-30, dan tubuh ideal sebesar 18,5-24,9.

IMT dihitung dari berat badan (kilogram) dibagi tinggi badan kuadrat (meter persegi). Sebagai gambaran, seseorang berbobot 70 kilogram dan tinggi badan 160 sentimeter memiliki IMT 27,4 kilogram per meter persegi. Angka yang memposisikan dia dalam kategori gemuk itu muncul setelah membagi bilangan 70 kilogram dengan 2,56 meter persegi (1,6 meter x 1,6 meter).

Menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 yang dilakukan Departemen Kesehatan, sebanyak 10,3 persen orang dewasa di Indonesia (usia lebih dari 15 tahun) mengidap obesitas. Rincian 13,9 persen kaum dewasa pria dan 23,8 persen kaum wanita dewasa.

Riset ini juga menyebutkan bahwa 18,8 persen orang dewasa di Indonesia memiliki perut buncit atau obesitas sentral. Sementara itu, 93,6 persen orang berusia lebih dari 10 tahun kekurangan asupan buah dan sayuran, serta 48,2 persen orang berusia lebih dari 10 tahun juga mengalami kekurangan aktivitas fisik.

“Hal inilah yang menyebabkan terjadinya obesitas pada banyak orang. Bukan hanya di Indonesia tapi juga diseluruh belahan dunia,” kata Dave Nuku, Regional Fitness Manager 'Fitness First' Asia sekaligus pelatih tim biru dalam reality show 'The Biggest Loser Asia', Kamis 18 Maret 2010.

Butuh pengorbanan yang besar untuk keluar dari masalah obesitas. “Yang paling penting saat ingin menurunkan berat badan adalah memotivasi diri sendiri. Tak perlu ngotot bisa menurunkan banyak berat badan, cukup 1 kg secara bertahap. Dan kunci utama lainnya adalah, jangan jadikan makanan siap saji sebagai makanan sehari-hari Anda, ” kata Dave.
Sumber: Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti • VIVAnews



Semoga Bermanfaat

SBT2010