Tampilkan postingan dengan label obesitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label obesitas. Tampilkan semua postingan

Selasa, April 27, 2010

Apakah Anda Tergolong Obesitas

Penderita berat badan berlebih atau gemuk belum tentu obesitas.


















Wanita gemuk (inmagine)



Obesitas menjadi sebuah permasalahan di berbagai belahan dunia. Pada 2015, jumlah penderitanya diperkirakan mencapai 700 juta jiwa. Atau sekitar 30 persen dari jumlah penderita berat badan berlebih di seluruh dunia.

Penderita berat badan berlebih atau gemuk belum tentu obesitas. Mereka yang tergolong obesitas memiliki indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 30. Sedangkan orang gemuk dibatasi pada skala 25-30, dan tubuh ideal sebesar 18,5-24,9.

IMT dihitung dari berat badan (kilogram) dibagi tinggi badan kuadrat (meter persegi). Sebagai gambaran, seseorang berbobot 70 kilogram dan tinggi badan 160 sentimeter memiliki IMT 27,4 kilogram per meter persegi. Angka yang memposisikan dia dalam kategori gemuk itu muncul setelah membagi bilangan 70 kilogram dengan 2,56 meter persegi (1,6 meter x 1,6 meter).

Menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 yang dilakukan Departemen Kesehatan, sebanyak 10,3 persen orang dewasa di Indonesia (usia lebih dari 15 tahun) mengidap obesitas. Rincian 13,9 persen kaum dewasa pria dan 23,8 persen kaum wanita dewasa.

Riset ini juga menyebutkan bahwa 18,8 persen orang dewasa di Indonesia memiliki perut buncit atau obesitas sentral. Sementara itu, 93,6 persen orang berusia lebih dari 10 tahun kekurangan asupan buah dan sayuran, serta 48,2 persen orang berusia lebih dari 10 tahun juga mengalami kekurangan aktivitas fisik.

“Hal inilah yang menyebabkan terjadinya obesitas pada banyak orang. Bukan hanya di Indonesia tapi juga diseluruh belahan dunia,” kata Dave Nuku, Regional Fitness Manager 'Fitness First' Asia sekaligus pelatih tim biru dalam reality show 'The Biggest Loser Asia', Kamis 18 Maret 2010.

Butuh pengorbanan yang besar untuk keluar dari masalah obesitas. “Yang paling penting saat ingin menurunkan berat badan adalah memotivasi diri sendiri. Tak perlu ngotot bisa menurunkan banyak berat badan, cukup 1 kg secara bertahap. Dan kunci utama lainnya adalah, jangan jadikan makanan siap saji sebagai makanan sehari-hari Anda, ” kata Dave.
Sumber: Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti • VIVAnews



Semoga Bermanfaat

SBT2010

Mengapa Mereka Gemuk Usai Menikah

Masalah obesitas sangat berhubungan dengan perubahan gaya hidup.



















Pasangan menikah menjadi gemuk (inmagine)


Pernikahan seringkali tak hanya membawa perubahan sikap, namun juga fisik. Pasangan menikah cenderung memiliki tubuh lebih gemuk dibandingkan saat masih lajang. Mengapa?

Studi Universitas Salonica dan Ioannina Yunani mengungkap, pria menikah memiliki risiko kenaikan berat tubuh hingga tiga kali lipat dari bobot saat masih lajang. Sedangkan wanita dua kali lipat.

Profesor Dimitris Kiorsis, salah satu peneliti, mengatakan, masalah obesitas sangat berhubungan dengan perubahan gaya hidup. Setelah menikah, seseorang cenderung malas berolah raga, frekuensi bercinta menurun, dan mengasup makanan bernutrisi buruk.

Berdasar penelitian yang dilakukan terhadap 17 ribu pasangan menikah usia 20-70 tahun, itu juga terungkap, pasangan menikah cenderung menjalani gaya hidup 'nyaman'. "Banyak waktu santai dan tanpa sadar menjadikan makanan sebagai pelampiasan," kata Kiorsis.

Mayoritas responden cenderung memiliki gaya hidup lebih sehat saat masing belum berumah tangga. Mereka lebih peduli dengan bentuk tubuh dan kesehatan tatkala belum memiliki pendamping tetap. "Para lajang lebih peduli penampilan untuk mendapatkan kekasih," ujarnya.

Di sela-sela presentasi hasil penelitian di Panhellenic Medical Conference, para pakar mengingatkan seluruh suami-isteri untuk memerangi masalah obesitas sedini mungkin. Mereka menyarankan para pasangan untuk mengagendakan aktivitas kebugaran minimal 30 menit per hari selama lima hari per minggu.

Obesitas tengah menjadi permasalahan serius di dunia. Jumlahnya terus berkembang. Pada 2020, delapan dari 10 pria dan tujuh dari 10 wanita diperkirakan menderita obesitas. Itu berarti secara tak langsung akan meningkatkan jumlah penderita jantung, diabetes, dan stroke.

Sumber : Pipiet Tri Noorastuti • VIVAnews

Semoga Bermanfaat

SBT 2010